Sabtu, 23 Februari 2013
Jumat, 08 Februari 2013
Hakikat Kesadaran
Tidak ada kesadaran yang sia-sia kecuali kesadaran yang terbangun tatkala alam sudah berganti wujud.
"...Hingga apabila datang kematian kepada seseoarng dari mereka berkata 'Ya Tuhan-ku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan..."(QS. Al-Mu'minun {23} : 99-100)
Setiap manusia perlu tidur, sehingga Allah sediakan satu tidur yang tidak perlu bangun sebelum dibangunkan. Itulah tidur kematian.
Marilah kita berbenah, bermuhasabah mendekatkan diri kepada Allah. Bertaubat, bener-bener taubatan nasuha. Sehingga ketika Allah menidurkan yang entah kapan kita bisa bangun kembali, kita tidak lagi merengek untuk dikembalikan lagi ke dunia.
Created by : KH. H. Yusuf Mansur — bersama Radioqu Cirebon dan 17 lainnya.
"...Hingga apabila datang kematian kepada seseoarng dari mereka berkata 'Ya Tuhan-ku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat amal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan..."(QS. Al-Mu'minun {23} : 99-100)
Setiap manusia perlu tidur, sehingga Allah sediakan satu tidur yang tidak perlu bangun sebelum dibangunkan. Itulah tidur kematian.
Marilah kita berbenah, bermuhasabah mendekatkan diri kepada Allah. Bertaubat, bener-bener taubatan nasuha. Sehingga ketika Allah menidurkan yang entah kapan kita bisa bangun kembali, kita tidak lagi merengek untuk dikembalikan lagi ke dunia.
Created by : KH. H. Yusuf Mansur — bersama Radioqu Cirebon dan 17 lainnya.
Cinta Rosulullah Bersama Sayyidah Fatimah
kenapa Sayyidah fatimah Dicintai Rasulullah SAW?
Suatu ketika Sayyidah Fatimah Azzahra putri tercinta Rasulullah SAW,
berada di depan rumah beliau, tiba-tiba ada janazah yang hendak di bawa
kekuburan lewat di depan sayyidah Fatimah Azzahra. Saat itu Sayyidah
Fatimah bersama Sayyidah Asma Binti Khumaisy yang biasa menemani dan
menghibur Sayyidah Fatimah setelah kepergian Rasulullah SAW.
Tiba-tiba saat itu Sayyidah Fatimah menangis tersedu-sedu hingga membuat
Sayyidah Asma panik lalu bertanya, “ wahai putri Rasulullah, kenapa
engkau menangis melihat janazah itu? ada apa dengan janazah itu?
”Sayyidah Fatimah menjawab, setiap orang yang mati akan dibungkus dengan
kain kafan yang rapat lalu akan di bawa kelokasi pemakaman dengan di
panggul oleh orang-orang yang membawanya?” (Dahulu sebelum adanya
keranda mayat jika ada orang meninggal maka di saat di bawa ke kubur
janazah di panggul di atas pundak orang-orang yang membawanya).
Sayyyidah Asma menjawab, “ Tentu wahai putri Rasulullah? ” Kemudian
Sayyidah Fatimah melanjutkan,” Dan akupun kelak akan di bawa kekubur
seperti itu?” Sayyidah Asma menjawab “ Benar wahai putri Rasulullah”.
Lalu Sayyidah Fatimah melanjutkan ” Itulah yang menjadikan aku menangis,
sungguh aku sangat malu jika nanti aku meninggal , kemudian di bungkus
kain kafan dengan rapat lalu di angkat di atas punggung orang-orang yang
membawaku kekubur, sementara orang yang mengiring janazahku akan
melihatku, sungguh aku sangat malu karena saat itu mereka akan melihat
lekuk-lekuk tubuhku”.
Mendengar ungkapan Sayyidah Fatimah ini
Sayyidah Asma berkata ” wahai putri Rasulullah, disaat aku ke negeri
Habasyah aku melihat janazah yang di bawa kekubur, janazah diletakkan di
sebuah tempat yang di sebut keranda, aku pikir itu bisa menutupi
pandangan orang dari melihat lekuk tubuh janazah yang dibawa”. Mendengar
cerita Sayyidah Asma ini tiba-tiba tangis Sayyidah Fatimah terhenti,
dan wajah beliau berubah berseri-seri sambil berkata ”wahai Asma sungguh
aku berwasiat, jika aku mati nanti tolong buatkan aku keranda mayat
seperti yang engkau ceritakan agar lekuk tubuhku tidak terlihat saat di
bawa kekuburan”. Dan benar setelah Sayyidah Fatimah meninggal, maka di
buatlah keranda mayat untuknya.
Yang perlu di cermati dari
kisah ini adalah sifat mulia Sayyidah Fatimah yang senantiasa merasa
malu jika ada yang melihat lekuk tubuhnya, meskipun disaat beliau sudah
meninggal. Dan karena rasa malu yang dimiliki oleh Fatimah inilah
menjadi rahasia, kenapa Sayyidah Fatimah menjadi wanita yang paling
mullia dan dicintai Rasulullah SAW.
Dan Saat ini, di hari ini!
Adakah sifat mulia sayyidah Fatimah menempel pada wanita yang berada di
rumah kita? Atau di rumah kita ada orang yang mengaku mencintai
Rasulullah akan tetapi di saat masih hidup pun tidak merasa malu jika
lekuk-lekuk tubuhnya di saksikan orang di sana-sini. Atau justru pamer
lekuk tubuh telah menjadi kebanggan para wanita yang mengaku kenal
Sayyidah Fatimah dan kenal Rasulullah? Jangan sampai ada yang berkata “
yang penting hati bersih masalah dandanan tidak penting”. Hati Sayyidah
Fatimah sungguh jauh dan jauh lebih bersih dari hati wanita-wanita yang
kita saksikan saat ini. Justru karena kebersihan hati beliaulah maka
Sayyidah Fatimah sangat pemalu dan senatiasa menjaga aurat beliau.
Ya Allah Yang Maha Pengasih, berikan kasih sayangmu kepada kami dan
kepada para wanita-wanita kami ! Tutuplah aurat mereka ! Berikan
kepada mereka rasa malu yang menjadikan mereka senantiasa menjaga aurot
dan kehormatan mereka !
Wallahu a'lam bissawab.
Buya Yahya
Senin, 04 Februari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
